Dear Sahabatku Terkasih,
Di surat ini aku tulis lagi sebuah cerita, tentunya kamu masih ingat ceritaku yang judulnya Kisah Si Cinta. Cerita yang aku tulis dalam bentuk metafora. Perumpamaan tentang benda abstrak yang sebenarnya tidak ada tapi diperlakukan ada dan seperti manusia. Dikalangan penulis, tulisan itu disebut surealisme. Kisahnya menceritakan bagaimana seorang tokoh bernama Cinta berjuang dan bertahan mencari cintanya. Dan pada akhirnya dia kalah. Ternyata cerita tentang kekalahan itu bukan saja ada di cerita khayalanku. Dalam kehidupan nyata pun cerita itu memang ada sejak dulu. Kamu tahu cerita bagaimana Julius Caesar jatuh dalam masa kejayaannya hanya karena mencintai Cleopatra. Atau cerita Napoleon… ah tak perlu aku ceritakan lagi itu. Sudah banyak diceritakan orang dan kebenarannya diragukan. Aku punya cerita nyata tentang itu, berdasarkan biografi seorang tokoh hebat.
Ada seorang jenius dan sukses. Namanya David William McCall. Dia pendiri McCall International, perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi, hardwere dan softwere, rancang bangun komputer serta bidang usaha sejenisnya. Perusahaanya biasa disingkat MCI, “Pernah dengar atau tahu?”. Dibidang softwere saingannya hanya Linux dan dibidang rancang bangun (build up) komputer saingannya Cuma IBM. Saat itu belum ada PC, Compaq dan Hawlett Packard dibawah mereka. Penghasilan William mencapai 700 juta US dolar pertahun, hampir sama dengan Onasis. Bayangkan seberapa kaya dia, dalam usia muda, 30 tahun, dia udah sesukses itu.
Tapi William adalah seorang penganut paham antikemapanan. Dia benci pemerintahan yang korup dan kotor, tidak suka hidup mewah, ingin menghilangkan kemiskinan dan hanya ingin hidup sederhana. Hampir mirip dengan kaum Sufi. Atau bisa dibilang juga, aku seperti dia. William pernah pergi dari kemapanan. Pada usia 21 tahun, setelah dia lulus dari kedokteran Harvard, William menghilang. Karena bapaknya, Nathan McCall, seorang yang cukup berpengaruh. Akhirnya William ditemukan 3 tahun kemudian di pedalaman Afrika. Dia mengabdikan ilmu kedokterannya pada kaum primitif di sana yang tidak mengenal uang dan peradaban sama sekali. Hebat juga tuan muda William ini. Dia kembali pada kemapanan yang sebenarnya dia benci. Sekembalinya, William kuliah lagi di MIT. Pada usia 28 tahun dia lulus dan mendirikan perusahaan McCall Int. Baru pada usia 32 tahun dia jatuh cinta dan menikahi seorang wanita yang sebenarnya hanya mencintai hartanya. William tidak mengerti tentang cinta. Dia mudah dikelabui istrinya yang sebenarnya mencintai pemuda pegawai William. Kamu tahu siapa namanya, Bill Gate. Usia perkawinannya singkat, hanya 1 tahun. Saat dia pulang dari luar negeri ke rumah mewahnya di bukit. William menemukan istrinya sedang bercumbu dengan pemuda itu. Dengan kecewa William pergi sendiri tanpa sepengetahuan istrinya yang sedang asyik bercinta. Tak jauh dari rumahnya, William membng mobil mewahnya ke jurang dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Karena mobilnya ditemukan di dasar jurang, William dinyatakan meninggal dalam kecelakaan. Karena tidak meninggalkan surat wasiat apapun, istrinya bisa menguasai semua harta dan perusahaannya.
MCI kacau, perusahaan itu terpecah. Bill Gate bersama pendukungnya mendirikan perusahaan serupa dengan nama Microsoft dan mengeluarkan basic application program yang kamu kenal Windows. Bersama musuh besar MCI, IBM. Microsoft menciptakan Personal Computer yang sekarang ada dihadapan kamu. Tak lama kemudian mengeluarkan beberapa software. Tapi hanya menguasai pasar di Asia. Sementara sisanya dikuasai oleh perusahaan yang didirikan orang-orang MCI, yang percaya bahwa William masih hidup dan mereka masih mengabdi padanya. Kamu tahu cerita rakyat Amerika, “Tragedi Buah Apel”, maka Apple dijadikan nama dan lambang perusahaan itu. Sekarang, dengan BAP ‘Macintosh’, Apple mulai menyaingi Microsoft di pasar Asia. Kamu lihat sekarang banyak perusahaan Indonesia menggunakan Apple Macintosh, bukannya Microsoft Windows. Sementara pegawai MCI yang netral memisahkan diri dan membuat perusahaan softwere. Terpecah menjadi tiga; Adobe, Aldust dan Corel. Karena netral, mereka membuat softwere dalam dua versi, versi Windows dan Macintosh. Tapi akhirnya Aldust bangkrut dan merjer dengan Adobe.
Bill Gate memang merebut segalanya dari William, istri dan perusahaannya. Tapi secara hukum, Bill Gate tidak bisa dituntut bersalah. Bill Gate juga mencuri rumusan Microchip Processor ciptaan William yang ditemukannya di bekas ruang kerja William. Akhirnya Bill Gate lah pemegang hak cipta Processor, terutama di Intel dengan Pentium-nya. Hanya tinggal divisi telekomunikasi yang masih ada di MCI yang dipimpin oleh adik William. Produk alat komunikasi andalannya ada diseluruh dunia. Itu loh…”Motorola”.
Tujuh tahun kemudian, David William McCall dinyatakan masih hidup. William ditemukan sebagai tunawisma di kota San Francisco. William kembali pada kemewahan, namun sekarang diawasi tim dokter karena kesehatan fisik dan jiwanya terganggu. Entah karena alasan apa, mungkin karena jenuh dengan segala kemewahan, atau karena tahu istrinya tidak mencintai dia. William bunuh diri pada usia 47 tahun. Sangat tragis.
Ada seorang penulis yang tertarik dengan kisah hidup William. Penulis pintar dan segala bisa ini mewawancarai orang-orang yang pernah mengenal atau berada dalam lingkungan William, serta mengumpulkan data-data yang bisa mendukung tulisannya. Akhirnya keluarlah buku biografi William. Sayang buku tersebut dilarang terbit setelah dipasarkan selama 1 tahun. Setahun kemudian, penulis itu mati ditembak. Kamu tahu beritanya, seorang penulis dan juga astronomi yang ditembak tepat dikepalanya hanya beberapa meter dari rumahnya. Belum lama kok kejadiannya. Penembakan itu tidak terungkap, lalu terorislah yang dituduh.
Orang-orang Eropa dan Amerika yang pernah baca biografi William, dan sebagian kecil orang Asia yang tahu cerita ini. Pasti akan membenci Bill Gate. Walaupun sebenarnya Bill Gate tidak begitu bersalah. Makanya kenapa produk-produk Microsoft tidak pernah sukses di pasar Amerika dan Eropa. Makanya banyak juga para peretas (Heckers) berusaha mengacau dan menjebol Microsoft, terus mengungkap kekurangan dan kelemahan produk Microsoft. Pernah juga cerita ini difilmkan. Tapi ceritanya sedikit diubah. Menyembunyikan beberapa fakta dan hal yang mungkin membahayakan film. Atau mungkin pembuat film takut dibunuh seperti penulis itu.
Bayangkan. Begitu tragisnya nasib tuan William ini. Dia hebat, sukses dan menang dalam kehidupan. Tetapi semua hilang dalam sekejap hanya karena dia mencintai seorang wanita. Memang tidak semua kisah cinta tragis. Masih ada cerita Romeo dan Juliet yang akhirnya bahagia dalam cinta yang indah. Atau cerita tentang Cinderella dengan sepatu kacanya. Tapi sayang, itu hanya cerita khayalan dari penulis legendaris. Lalu ada pertanyaan dibenakku, sahabatku terkasih. Apakah yang namanya Cinta itu benar-benar ada dan nyata dalam hidup kita sebagai manusia? Apakah rasa sayang terhadap orang tua, saudara, teman dan sahabat serta rasa kasih terhadap diri sendiri, lingkungan dimana kita hidup, itu juga termasuk dengan yang dinamakan Cinta? Aku benar-benar tidak mengerti. Jika kamu tahu, tolong aku, berikan jawaban yang logis agar aku bisa mengerti. Karena yang aku tahu selama ini. Cinta hanya ada dalam benak penulis novel, sastrawan, penulis skenario dan penyair. Aku melihat cinta hanya ada di dalam novel, cerita sastra, panggung drama, film dan sinetron, atau lirik sebuah lagu. Mungkinkah karena sangat kompleknya Cinta tidak bisa didefinisikan. Setiap orang didunia punya pengertian dan definisi masing-masing tentang kata ‘Cinta’. Ahh… sudahlah… jangan terlalu kamu pikirkan, sahabatku terkasih. Itu hanya ungkapan kegelisanku saja. Orang-orang sehebat Julius Caesar, Napoleon Bonaparte, atau yang baru aku ceritakan, tuan McCall saja tidak mengerti tentang Cinta. Bahkan mereka gagal hingga menghancurkan hidupnya. Apalagi orang setolol aku, mana mungkin mengerti Cinta. Iya khan!
Cerita William itu tidak seberapa, aku masih punya cerita tentang kisah nyata seseorang. Dia itu teman dekat dan berhubungan bisnis denganku. Tapi aku ceritakan nanti ya, sambil berharap kamu masih mau membacanya, sahabatku terkasih….
Sahabatmu terkasih
