Sekedar bertanya,

Sekedar menjawab.

Tak juga memiliki arti dan makna.

Hanyalah sekedar.

Ketika sekedar menjadi kepentingan,

Lalu meninggalkan ketersekedaran.

Yang berulang, berulang dan menjadi kebiasaan.

Kepentingan adalah sekedar.

Tidak mencapai akhir yang maksimal.

Dan ini adalah sebuah kenormalan, didunia.

Dan apakah aku harus sekedar hidup.

Atau lebih baik aku sekedar mati.

Tidak, dan tak akan pernah.

Ketika warisan kesekedaran ini tidak akan kuberikan pada siapapun.

Biarkan saja ini hanya sekedar.