Kemana kusimpan benatala jiwa?

Apakah kepada fana?

Ataukah kepada ketiadaan ada?

Aku menggantungkan harapan.

Ya, pada ketiadaan.

Aku menyerahkan raga,

Pada noda dan rasa asa.

Kukayuh sampan tanpa arah,

Seperti nahkoda hilang haluan.

Layar yang terkoyak,

Jangkar yang berkarat dan tak lagi memiliki berat.

Ini musim kembali tertawa.

Seret punggungku tanpa makna.

Katakan, aku tak seharusnya hidup