Kemana kusimpan benatala jiwa?
Apakah kepada fana?
Ataukah kepada ketiadaan ada?
Aku menggantungkan harapan.
Ya, pada ketiadaan.
Aku menyerahkan raga,
Pada noda dan rasa asa.
Kukayuh sampan tanpa arah,
Seperti nahkoda hilang haluan.
Layar yang terkoyak,
Jangkar yang berkarat dan tak lagi memiliki berat.
Ini musim kembali tertawa.
Seret punggungku tanpa makna.
Katakan, aku tak seharusnya hidup

fana ku dlm asa yg tak bertepi…
Ku sibak raga ini yg kotor hingga mengukungku dlm penjara yang berkelamaan…
Ku ingin pulang..
Ku ingin kembali dlm haribaan awal tempat ku berdansa bersama Kekasihku tercinta…
bila kau masih memiliki asa, kapan waktumu kan fana…………………….
fana yg semu,
akibat kungkungan raga dan nafsu dari kehidupan skr..
Itu lah yg gue maksud..
Sbenarx sy a/ org yg mendambakan fana dlm arti yg hakiki..